Dituduh Krafton Jiplak Game PUBG, ini Tanggapan Garena

Recent articles

Gamelogue.id, Jakarta – Garena berikan tanggapan terkait tuduhan yang dilayangkan Krafton, developer game Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), bahwa Garena mencontek game PUBG di game Free Fire dan Free Fire Max.

Menurut Garena, tuduhan Krafton soal free Fire jiplak PUBG itu adalah tuduhan tanpa dasar. “Klaim Krafton diajukan tanpa ada dasar yang jelas,” jelas juru bicara Garena di keterangan resminya.

Menurut Krafton, Free Fire dan Free Fire Max (FF Max) secara ekstensif menjiplak berbagai aspek Battlegrounds (PUBG), baik secara individu maupun dalam kombinasi, seperti fitur air drop yang dilindungi hak cipta milik PUBG.

Lebih jelas, Krafton menyebut struktur dan gameplay, pemilihan senjata, armor, objek unik, lokasi maupun keseluruhan pilihan skema warna dan tekstur di game Free Fire menjiplak PUBG. Krafton pun mengklaim bahwa Garena meraup ratusan juta dolar AS dari penjualan item di aplikasi. Di sisi lain, Google dan Apple disebut kebagian sejumlah besar dari pendapatan itu.

Karena itu, Krafton meminta Garena untuk hentikan eksploitasi Free Fire dan Free Fire Max, serta meminta Google maupun Apple untuk hentikan distribusi game tersebut. Krafton lalu membawa masalah ini ke pengadilan, menuntut agar game Free Fire dan Free Fire Max dihapus dari toko aplikasi Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Menurut dokumen pengaduan Krafton, Garena mulai jual game Free Fire yang dinilai menyalin PUBG di Singapura, tak lama setelah PUBG dirilis pada 2017.

Game ini mulanya dijual di App Store dan Play Store, dengan nama Free Fire: Battlegrounds, namun kini bernama Free Fire saja. Pada saat itu, Krafton telah ajukan klaim kepada Garena dan telah diselesaikan. Namun, Krafton tidak pernah tandatangani perjanjian lisensi dengan Garena.

Meski sempat digugat pada 2017, tapi pada 28 September 2021, Garena rilis game baru berjudul Free Fire Max yang merupakan game mobile terpisah dari Free Fire, dan didistribusikan di toko aplikasi Apple maupun Google.

Menurut Krafton, game ini ditujukan untuk tawarkan pengalaman yang sama dengan Free Fire, namun melanggar berbagai aspek PUBG.

Krafton sendiri sudah meminta Apple dan Google untuk hentikan distribusi Free Fire sejak 21 Desember 2021, namun ditolak. Selain itu, Youtube juga tak bergegas hapus video yang dinilai Krafton melanggar hak cipta. Karena itu, Krafton akhirnya membawa masalah ini ke pengadilan.