Alasan Game God of War Ragnarok Jadi Akhir Kisah Mitologi Nordik

Recent articles

Gamelogue.id, Jakarta – Direktur Santa Monica Studio, Carlo Barlog, bocorkan bahwa game God of War Ragnarok, bakal jadi akhir dari kisah Mitologi Nordik. Meskipun banyak penggemar yang kecewa, tapi ada alasan dibalik hal itu.

Lewat sebuah wawancara di channel Youtube Kaptain Koba, Barlog menjelaskan alasan kenapa harus akhiri alur cerita Nordik (Norse). Hal ini dikarenakan proses pengembangannya sendiri perlu waktu yang cukup lama.

Ada beberapa alasan, saya pikir salah satu alasan terpenting adalah waktu. Game pertama memakan waktu lima tahun. Game kedua, saya tidak tahu persis berapa waktu yang dibutuhkan. Akan tetapi kurang lebih sama.” Jelas Barlog.

Ia menambahkan, bahwa jika memang ingin ciptakan game ketiga, dengan kerangka waktu yang sama, maka bisa rampung hingga 15 tahun. Barlog merasa, itu terlalu berlebihan dan pokok ceritanya jadi tidak fokus dan terasa terlalu lama.

Sebagian besar yang kami coba lakukan sejak awal adalah menceritakan sesuatu tentang Kratos dan Atreus. Bahwa inti dari mesin cerita adalah benar-benar hubungan antara dua karakter.” Tambah Barlog.

Tanggapan dari para penggemar pun beragam, terutama karena mereka merasa jika jalan ceritanya, terlalu cepat berakhir. Tetapi, sangat penting untuk perhatikan inti cerita, dibanding harus paksakan rangkaian alur yang bisa merugikan visi kreativitasnya.

Sebelumnya, trailer dari seri God of War Ragnarok, sudah rilis di event PlayStation Showcase 2021. Menampilkan beberapa gameplay, yaitu petualangan Kratos dan anaknya, Atreus.

Hadirkan berbagai kombat, dari pertarungan mereka kalahkan para musuh. Poin pentingnya, Kratos ingin selamatkan anaknya, dari pengalaman pada masa lalu saat berselisih dengan para dewa.

Sutradara God of War Ragnarok, Eric Williams, mengatakan bahwa sistem pertarungan game ini sudah berevolusi. pemain disuguhkan oleh pertempuran yang lebih beragam dan memacu banyak taktik di dalam game.

Jadi di Ragnarok, apa yang kami coba lakukan, yaitu memberikan lebih banyak ekspresi kepada pemain terhadap karakter utama Kratos.” Jelas Williams.